Tidak terasa, tahun 2011 sudah hampir berakhir. Memandang tahun yang berlalu melalui kacamata usia anak-anak kita, terasa waktu bersayap dan terbang sangat cepat. Eh, tahu-tahu, sudah di penghujung tahun, perasaan masih teringat jelas moment-moment kita merayakan tahun baru 2011. Dan, kita mulai bertanya-tanya, apakah sudah cukup segala sesuatu yang kita lakukan untuk kemajuan anak-anak kita?
Penyesalan mungkin juga mulai menyelinap di sana-sini. Seandainya aku lebih ketat dalam melakukan diet GF/CF untuk anakku. Seandainya aku lebih awal memulai terapi untuk anakku, seandainya aku lebih disiplin melakukan terapi di rumah, seandainya….. seandainya….
Oke…. STOP. Hentikan semua penyesalan. APAPUN yang TELAH terjadi, memang dimaksudkan untuk terjadi dalam hidup kita. Yang perlu kita lakukan adalah mengambil hikmah dan menata langkah kembali untuk kehidupan kita mendatang. Namun,berencana untuk masa depan, sepertinya bukan hal yang mudah saat kita berbicara tentang ABK kita, ya…. Beberapa dari anak kita, mungkin saat ini masih dalam perilaku yang sangat autistik. Rasanya, kita tidak mampu melihat ujung terang dari perjalanan ini. Beberapa yang lain, seperti anakku,mungkin sudah lebih siap bersosialisasi, namun segudang masalah masih terus jadi PR yang tak berujung.
Saya mengutip dari perkataan seorang ibu yang luarbiasa. Dalam kehidupan ini, manusia kebanyakan hanya ingin melihat hasil. “Ah, aku sekolahin anakku tinggi-tinggi,biar besok bisa dapet kerjaan bagus.” Ada tujuan dan hasil yang ingin dicapai. Dan begitulah kebanyakan peristiwa dalam kehidupan selalu kita lihat pada akhirnya, hasil yang mungkin bisa kita capai di dunia ini. Tapi, Allah hanya melihat proses. Sang Pencipta tidak peduli, apakah kelak anak kita mau jadi PNS, atau pedagang. Semua peran kehidupan adalah sama. yang dilihatNya hanyalah bagaimana kita berproses menjalani kehidupan ini. Maka, berproseslah dengan sepenuh hati,berjuanglah dengan sepenuh hati, lakukan tugas kehidupan ini dengan sepenuh hati, tidak usah memikirkan hasilnya. Maka Allah lah yang akan memberikan hasilnya untuk kita. Dan hasil dari pemberianNya itu PASTI jauh lebih hebat, lebih indah,lebih luar biasa, dari apa yang kita pikirkan.
Memang, menjadi orangtua dari ABK adalah sebuah “pemaksaan” bagi kita untuk menjadi lebih spiritual dalam segala hal. Karena kalau kita tidak mengambil tindakan berserah dan pasrah pada Sang Pencipta kita akan sulit menemukan kedamaian dalam perjuangan kita bersama ABK tercinta. Lalu, ABK terasa sebagai penjara masalah sepanjang masa, beban berat dalam kehidupan, dan kemarahan demi kemarahan mulai bermunculan, baik kepada diri sendiri,lingkungan, bahkan kepadaNya. Kehidupan yang terasa pahit ini kemudian membawa kita pada perilaku-perilaku yang pahit kepada sekitar kita. Berkata-kata kasar kepada ABK kita, berpikiran negatif terhadap pasangan kita, dipenuhi rasa iri kepada keberhasilan orang lain, bahkan melakukan hal-hal yang menyulitkan orang lain …… semuanya hanya berakar dari rasa pahit yang kita lulurkan dalam kehidupan kita.
Jadi, boleh juga akhir tahun 2011 ini menjadi waktu untuk merenung. Walaupun merenung bisa saja dilakukan setiap saat. Hanya saja, pergantian tahun,identik dengan bertambahnya usia ABK kita. Pertanda waktu yang semakin menipis bagi kita untuk dapat terus mendampingi anak-anak kita. Seharusnya, memiliki ABK menjadikan kita pribadi yang lebih welas asih, mudah memahami orang lain, sabar, mencintai diri sendiri, bijaksana dan kuat. Ini adalah waktunya bagi kita untuk memastikan,bahwa kita membuang seluruh kepahitan kehidupan, penyesalan,kemarahan dan kekecewaan. Ini adalah waktunya kita menghadapkan jiwa kita kepada Sang Pencipta, bahwa kita persembahkan seluruh perjuangan kita semata-mata untuk dilihat olehNya. Saya telah menyaksikan, bagaiman ortu ABK yang mungkin keadaan putra-putri mereka terlihat jauh lebih buruk dari putra-putri kita, tapi, tatapan mata penuh kebangaan, senyum yang selalu merebak dan kebahagiaan yang memancar dari mereka, saat berinteraksi maupun menceritakan keadaan ABK tercinta. Kebahagiaan sungguh-sungguh terletak di dalam diri kita.
Selamat tahun baru 2012! Selamat beresolusi untuk menyambut tahun yang akan datang.
Lani Setyadi