Yayasan Yogasmara

We Fight for Autism Society

22 February 2011
by Yogasmara
0 comments

Deteksi Dini Autisme, bisa dilakukan sebelum bayi berusia 6 bln

Autisma adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang komunikasi, gangguan dalam bermain, bahasa, perilaku, gangguan perasaan dan emosi, interaksi sosial, perasaan sosial dan gangguan dalam perasaan sensoris.

Autisma agak sulit di diagnosis pada usia bayi. Tetapi amatlah penting untuk mengetahui gejala dan tanda gangguan perkembangan ini sejak dini karena penanganan yang lebih cepat akan memberikan hasil yang lebih baik.

USIA 0 – 6 BULAN

  1. Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)
  2. Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik
  3. Gerakan tangan dan kaki berlebihan terutama bila mandi
  4. Tidak “babbling”
  5. Tidak ditemukan senyum sosial diatas 10 minggu
  6. Tidak ada kontak mata diatas umur 3 bulan
  7. Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal

USIA 6 – 12 BULAN

  1. Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)
  2. Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik
  3. Gerakan tangan dan kaki berlebihan
  4. Sulit bila digendong
  5. Tidak “babbling”
  6. Menggigit tangan dan badan orang lain secara berlebihan
  7. Tidak ditemukan senyum sosial
  8. Tidak ada kontak mata
  9. Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal

USIA 6 – 12 BULAN

  1. Kaku bila digendong
  2. Tidak mau bermain permainan sederhana (ciluk ba, da-da)
  3. Tidak mengeluarkan kata
  4. Tidak tertarik pada boneka
  5. Memperhatikan tangannya sendiri
  6. Terdapat keterlambatan dalam perkembangan motor kasar/halus
  7. Mungkin tidak dapat menerima makanan cair

USIA 2 – 3 TAHUN

  1. Tidak tertarik untuk bersosialisasi dengan anak lain
  2. Melihat orang sebagai “benda”
  3. Kontak mata terbatas
  4. Tertarik pada benda tertentu
  5. Kaku bila digendong

USIA 4 – 5 TAHUN

  1. Sering didapatkan ekolalia (membeo)
  2. Mengeluarkan suara yang aneh (nada tinggi atau datar)
  3. Marah bila rutinitas yang seharusnya berubah
  4. Menyakiti diri sendiri (membenturkan kepala)
  5. Temperamen tantrum atau agresif

Apabila orang tua menemukan gejala atau tanda-tanda di atas pada seorang anak, tentu saja tidak dapat secara langsung menyatakan bahwa anak tersebut adalah penyandang autisma.
Diperlukan observasi dari para pakar yang mendalami bidang autisma, misal Psikolog, Psikiater, Neurolog atau Dokter Spesialis anak.

Semoga bermanfaat…….

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Facebook Post to Google Buzz Send Gmail